Rokok Elektronik, Bahaya Atau Tidak?

Rokok Elektronik

Popularitas Rokok Elektronik nampaknya kian meroket, dipandang sebagai alternatif yang lebih sehat bagi para pecandu rokok, beberapa kalangan justru meragukan nilai kesehatan dari produk ini. Apakah aman? Apakah sehat? Apa yang sebenarnya terkandung di dalamnya? The New England Journal of Medicine baru-baru ini mengeluarkan laporan riset yang cukup mengejutkan. Mereka menemukan bahwa beberapa rokok elektronik memiliki kandungan formaldehyde – substansi yang sanggup mengakibatkan timbulnya kanker atau carcinogen, sewaktu perangkat ini dicharge dengan aliran listrik bervoltage tinggi.

Tapi apa sih sebenarnya yang terdapat dalam Rokok Elektronik ini?

Bukan pertanyaan yang dapat kita jawab dengan mudah, rokok elektronik adalah fenomena baru yang mengikuti perkembangan jaman. Belum ada badan kesehatan resmi dimanapun yang mampu memberikan standar kesehatan untuk perangkat ini.

Tanpa adanya standar, produsen rokok elektronik bisa memasukkan kandungan apapun yang dia inginkan ke dalam produk tersebut. Label yang disematkan pada produk? Bukan jaminan keaslian kandungan. Antara satu rokok elektronik dengan merk tertentu dan rokok elektronik dengan merk lain belum tentu memiliki kandungan yang sama.

Dinas kesehatan Amerika Serikat mencoba melakukan riset terhadap 18 merk rokok elektronik dan menemukan kandungan kimiawi carcinogen dan racun dalam beberapa produk namun tidak pada produk tertentu. Kedelapanbelas rokok elektronik ini dicap ‘tidak mengandung nikotin’, namun kenyataannya hampir semua produk ini kecuali satu saja – mengandung nikotin. Sang pelaku riset mengungkapkan kekesalannya, “Quality Control yang mengawasi proses pembuatan produk ini entah tidak konsisten atau malah tidak ada sama sekali.”

Apa kandungan yang sebenarnya terdapat dalam Rokok Elektronik?

Anda mungkin bertanya-tanya mengenai hal tersebut. Berikut adalah beberapa kandungan yang terdapat pada rokok elektronik.

NICOTINE

Maciej Goniewicz, PhD, PharmD yang merupakan ahli khusus dalam bidang tembakau dan E-cigarette pada Roswell Cancer Park Insititute, mengatakan “Kenikmatan dan kenapa orang merokok justru disebabkan karena nikotin, untuk saat ini belum ada bukti tegas bahwa menggunakan rokok elektronik akan menimbulkan kanker, namun justru senyawa kimia lain yang ada pada produk ini yang sudah pasti cukup mengkhawatirkan.”

PEMBERI RASA

Maciej Goniewicz, PhD, PharmD juga menyampaikan bahwa rokok elektronik memiliki ratusan jenis rasa tersedia, termasuk diantaranya rasa buah ceri, rasa kayu manis, rasa kue keju, rasa tembakau dan banyak lagi macam rasa tersedia. Banyak dari pemberi rasa yang dibubuhkan dalam rokok elektronik berasal dari sumber kimia yang sama yang digunakan untuk pembuat makanan.

Inilah yang menjadi pertanyaan besar, kalau kita makan – memang aman-aman saja. Namun kita tidak tahu apa jadinya kalau kita menghirupnya.

Agak mustahil untuk memilah zat-zat kimia apa saja yang terdapat pada rokok elektronik, namun pernah ditemukan adanya Diacetyl yang juga dipergunakan untuk menambah efek asin pada popcorn. Ketika dihirup, zat kimia ini diketahui sanggup mengakibatkan penyakit paru-paru yang bermacam-macam.

Sama halnya seperti Diacetyl, pemberi rasa mentega apapun sebaiknya dihindari karena tidak aman.

PG DAN GLYCERIN

PG adalah zat buatan lab yang secara aman dibuat untuk makanan, obat-obatan dan kosmetik. Zat ini juga digunakan untuk membuat efek asap dan kabut pada konser-konser. Sedangkan Glycerin yang tidak berwarna dan tidak berbau adalah pemberi rasa manis pada beberapa produk makanan dan obat-obatan. Kedua zat ini, walaupun aman untuk makanan dan obat-obatan, tidak kemudian aman juga untuk kita hirup dalam waktu yang cukup lama. Rokok elektronik bisa dibilang lebih aman daripada rokok biasa, namun efek sampingnya masih terus diteliti dan bukan tidak mungkin kita juga akan menemukan substansi berbahaya terkandung di dalamnya. Anda bukan perokok? Lebih baik jangan coba-coba.

Share Manfaat Yuk...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this pageShare on TumblrPin on PinterestShare on StumbleUpon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *